Kilatan Bola Mata Optimis Anak-anak Negeri Kutemui Di Lebak Banten

Siang yang terik itu akhirnya membawa kami ke suatu desa terpencil yang ada di Republik ini, tepatnya di Desa Mayak, Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Setelah memarkir rombongan mobil di sebuah pekarangan penduduk, Tim BBN Sekar Telkom yang terdiri dari Sekjend DPP Sekar Telkom, Asep Mulyana, Steering Commitee BBN Sekar Telkom, Bunda Titoet, Mas Sihmunadi, Mbak Atik Masyani, serta Relawan BBN Sekar Telkom, Dewi Juwita, Willy Arief Yudhistira, Hani Buntari, dan Hadary Mallafi, akhirnya berjalan kaki menuju SDN 2 Mayak dengan melewati jembatan gantung.  Jembatan gantung ini merupakan penyeberangan satu-satunya yang menjadi jalan akses penghubung antara warga di lingkungan SDN 2 Mayak dengan daerah di luar lokasi tersebut. Dapat dibayangkan, jika tanpa jembatan itu, akses keluar masuk akan ditempuh melalui jalan melingkar yang cukup jauh.

Keep reading →

Etape BBN Bima NTB

Ini yang sudah kesekian kalinya, mataku panas dan sembab setiap melihat langsung antusias anak-anak penghuni negriku, Indonesia di negeri-negeri yang terlupakan, di negeri yang seolah-olah dipisahkan oleh zaman kekinian dan keterbelakangan. Perasaan campur aduk yang tidak karuan ini, lagi-lagi menyeretku saat kumelihat di kejauhan bangunan sederhana SD Oi Marai yang berdiri malu-malu di kaki bukit Gunung Tambora. Apalagi di saat tangan-tangan mungil dengan bau tajam terik matahari melambai-lambai dan menggapai buku-buku baru yang didorong dihadapan mereka. Lengkaplah sudah episode kerelaan menjemput kebahagiaan bersama ketulusan. Satu persatu para guru, orang tua murid, masyarakat desa dan anak-anak Oi Marai menyambut kami dengan senyum sapa hangat dan jabat erat, seolah-olah kami adalah saudara dekat yang pernah bertemu sebelumnya dan baru bertemu lagi setelah sekian lama. Tampak nyata di raut wajah mereka, wajah-wajah teramat lelah yang sudah menunggu kedatangan kami sejak pagi atau bahkan sejak dini hari. Sehingga tidak pantas rasanya, jika kami harus mempertontonkan kelelahan luar biasa yang menyelimuti kami dikarenakan perjalanan puluhan jam yang mesti kami lalui agar kami dapat sampai dan menginjakkan kaki di lembah bukit Tambora.

Keep reading →

Gerimis Membungkus Peluh dan Air Mata Kami Di Sekadi

Tak ada satupun dari kami, para #RelawanBBN yang mengira akan begitu disambut hangat dan penuh makna oleh masyarakat Desa Sekodi dengan tabuhan kesenian kompangnya yang begitu semarak. Satu persatu dari kami dibuat takjub oleh keseriusan mereka meladeni kami layaknya rombongan pengantin pria yang diarak ramai oleh penduduk kampung menuju rumah pengantin wanita. Wajah dan sikap mereka yang sangat bersahaja menyiratkan isyarat bahwa mereka pun berbahagia penuh suka cita bisa dijumpai sedemikian rupa oleh kami saudara sebangsanya nun jauh disana.

Keep reading →