Semangat dari Aenganyar

Semangat dari Aenganyar

Pagi ini kami sudah mendarat selamat di Gili Genting (Kecamatan Gili Genting terletak di Kabupaten Sumenep, Madura) setelah berlayar selama 30 menit dari Pelabuhan Tanjung 1, Saronggi ke Dermaga Bringsang 2, Gili Genting.

DSC_0287
Bongkar muat di Gili Genting

“Vrooom, vroom, vroom….” mobil Pickup yang kami naiki mulai mogok, mungkin mesin tuanya sedikit lelah mengangkut kami.

Mobil Mogok bukan menjadi penghalang semangat kami. Tetap dengan wajah sumringah dan saling memandang. Terbayang wajah adik-adik yang sudah menunggu kami. Sekolah Dasar yang menjadi target Kami adalah SDN Aenganyar 1, Kecamatan Gili Genting.

Perjalanan menuju lokasi sekolah
Perjalanan menuju lokasi sekolah

Tepat 08.30 WIB Saya, Mbak Puteri, Nadine, dan Riyan menginjakkan kaki di halaman SDN Aenganyar 1. Dan apa yang menyambut kami? Ya kerumunan anak-anak yang mengulurkan tangan dan menarik tangan kami untuk mereka salami. Luar biasa, kami disambut dengan penuh hormat dan kasih sayang. Jumlah Murid di SDN ini adalah 304 siswa. Jika dilihat dari depan, bangunan sekolah ini memang bagus, maklum saja bagian depan baru direnovasi. Tetapi jika kita masuk lebih dalam, maka masih ada beberapa kelas yang kurang layak, selain itu juga jika hujan melanda, maka tidak jarang lorong kelas tergenang air. Perpustakaan? Ada, tapi bukunya? Hanya ada beberapa buku paket pelajaran. Buku cerita anak? Jangan ditanya, masih belum ada. Untuk itu Telkom, Sekar Telkom, dan Relawan BBN ada, karena tekad kami adalah mendedikasikan sebagian hati, pikiran dan langkah kami untuk membantu mencerdaskan anak-anak di pelosok negeri melalui Gerakan Bakti Bagi Negeri untuk Anak-anak Indonesia.

Sar 21
Kondisi salah satu ruangan di SDN 1 Aenganyar

 Anak-anak yang penuh semangat tadi secara tidak langsung membuat kami makin bersemangat untuk ikut berbagi semangat membaca dan belajar. Bukan mereka saja yang belajar tetapi ternyata kami juga, sebenarnya kamilah yang banyak mendapat ilmu dalam BBN Etape Madura kali ini. Bagaimana mereka dengan polos, tulus, ceria, dan semangatnya mengikuti pola-pola yang sudah kami rancang.

Di samping pemberian bantuan buku, Telkom juga melalui program Employee Volunteer Program dari CDC (Community Development Centre) juga ikut berkolaborasi dengan BBN untuk memberikan paket lengkap perangkat komputer, proyektor, dan peralatan olahraga bagi Sekolah SDN Aenganyar I. Perlu diketahui SDN Aenganyar I merupakan SDN Gugusan di Gili Genting, jadi di beberapa waktu sering diadakan pelatihan bagi guru-guru di SDN desa lain di SDN ini.

Di SDN Aenganyar, penyerahan bantuan 500 buah buku, paket lengkap perangkat komputer, proyektor, dan peralatan olahraga secara simbolis telah diserahkan langsung oleh GM Witel Gresik-Madura Wasito Adi didampingi ketua DPD Sekar Gresik Supriyadi, Kakandatel Sumenep Djodi Supriatno, Korlap BBN Etape Madura Sartika, dan perwakilan DPW 5 Sekar Jatim Budi Utomo kepada Kepala Sekolah SDN Aenganyar I Abdul Kadir. Hadir juga Kepala UPT Pendidikan Gili Genting , Yanto Winarjo. Selesai sambutan dan penandatanganan Berita acara serah terima buku dan perlengkapan komputer, dilanjutkan dengan Kelas Merah Putih.

Penyerahan bantuan secara simbolis
Penyerahan bantuan secara simbolis
Penyerahan buku secara simbolis
Penyerahan buku secara simbolis

Kelas Merah Putih dibuka, sesuai dengan judul kelasnya maka anak-anak dibekali bendera merah putih ditangannya. Bertujuan untuk menambah kecintaan anak bangsa terhadap identitas negara Indonesia. Penyampaian Materi Internet sehat dan Pentingnya membaca pun menjadi topik pada pagi hari ini. Ternyata saat dilempar pertanyaan siapa yang suka membaca? Semua tak ragu untuk tunjuk tangan. Luar biasa, mereka begitu bersemangat.

Pembukaan Kelas Merah Putih
Pembukaan Kelas Merah Putih

Mengapa BBN memilih buku? Karena buku adalah salah satu alat paling jitu untuk menjadi cerdas dan bermartabat. Mungkin saat ini memang anak-anak polos itu belum terlalu berpikiran menjadi orang yang sebesar apa mereka kelak, tapi bagi kita, maka itu adalah ikut menjadi tanggung jawab, karena kelak Nasib Bangsa Indonesia ini ada di tangan mereka, tangan-tangan yang sekarang mungkin masih gemulai hingga nanti kelak akan kokoh menanggung tanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik.

Berlanjut ke agenda selanjutnya adalah kita akan mengajak mereka sedikit bermain. “Puzzle Harta Karun”, mereka harus menyusun Puzzle yang sudah diacak menjadi gambar utuh, setelah gambar sudah terbentuk sempurna, maka adik-adik harus bersegera menuju lokasi yang ada di gambar tersebut. Kenapa? Karena di sana lah harta karun itu tersembunyi.

Suasana saat mengikuti permainan memecahkan puzzle
Suasana saat mengikuti permainan memecahkan puzzle

Dan yak!!. Harta karun berhasil ditemukan dan diangkut. Ternyata Buku yang diidam-idamkan adik-adik sudah di depan mata. Segera setelah itu, mereka yang ikut serta dalam memecahkan gambar puzzle mendapatkan hadiah sebagai apresiasi dan penambah semangat. Ada 500 Buku yang akan menjadi sumber ilmu dan inspirasi bagi adik-adik di sini. Buku-buku , itupun dibagikan kepada adik-adik. Begitu semangatnya mereka.

Salah satu siswa tampak menikmati bacaan barunya
Salah satu siswa tampak menikmati bacaan barunya
Tampak antusiasme siswa dalam membaca
Tampak antusiasme siswa dalam membaca

Selesai membaca, adik-adik yang berani menceritakan apa yang sudah dibaca akan diberikan hadiah.

“Siapa yang berani?” Tanya kakak nya.

Salah seorang siswa berani menceritakan buku yang ia baca di depan kelas
Salah seorang siswa berani menceritakan buku yang ia baca di depan kelas

Kebiasaan membaca akan menjadikan wawasan seseorang menjadi lebih luas, menjadi lebih tahu, dan menjadi lebih memiliki dasar untuk berkata-kata ataupun menulis. Itulah yang diharapkan juga dari Program BBN ini. Membangkitkan semangat membaca untuk anak-anak dapat dimulai dari buku bacaan yang menarik, seperti dongeng ataupun cerita ilmiah bergambar.

Setelah Story Telling, Adik-adik diajak untuk berikrar dan membubuhkan cap telapak tangan di didinding komitmen membaca, hal ini dilakukan agar rasa untuk rajin membaca itu tertanam dalam jiwa masing-masing anak. Adapun isi komitmen tersebut adalah “ Kami siswa-siswi SDN Aenganyar 1 berjanji untuk Rajin membaca buku dan berani untuk menggapai cita-cita demi membangun Negara indonesia yang lebih baik”. Dengan lantang adik-adik disini berikrar segenap jiwa.

Setelah ikrar selesai diucapkan maka saatnya membubuhkan tanda semangat yang mendalam di dinding komitmen.

Sar 12
Cap tangan tanda komitmen untuk terus memperkaya wawasan dengan membaca

Filosofi untuk adanya komitmen rajin membaca ini diawali dari harapan kami sebagai Tim BBN untuk ikut menciptakan kenangan yang akan menjadi dasar dan peluru semangat yang tertanam kepada adik-adik akan janjinya untuk menjadi siap menyambut tongkat estafet pembangunan Tanah Air Indonesia.

Next…. Kita masuk ke acara berikutnya yaitu Dinding Asa. Disini adik-adik akan diajak bercita-cita yang tinggi dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak. Adik-adik akan diajak menuliskan nama, kelas, dan cita-cita nya. Mereka diajak berpendapat mengapa mereka mencintai cita-cita tersebut. Cita-cita merupakan harapan polos yang dimiliki adik-adik di kepulauan madura ini, bukan tidak mungkin mereka mewujudkan cita-cita mereka, ada Guru, Orang Tua, dan Kami ( relawan BBN) yang terus belajar dari keceriaan mereka untuk berbagi senyum dan semangat kesekitarnya melalui Buku yang akan menjadi jendela dunia bagi Mereka. Ayo buat cita-citamu lebih tinggi!!

CIta-cita pada dinding asa
CIta-cita pada dinding asa

Selesai Memanjatkan cita-cita setinggi Langit Maka saat nya adik-adik harus tetap semangat belajar, membaca, dan menjadi juara. Maka berakhirlah acara BBN etape Madura. BBN 2017!!! Bisa, bisa, bisa. Tak ada kata untuk berhenti.

Berfoto bersama usai Kelas Merah Putih
Berfoto bersama usai Kelas Merah Putih
Relawan Etape BBN Kepulauan Madura SDN Aenganyar
Relawan Etape BBN Kepulauan Madura SDN Aenganyar

 

Tulisan oleh  Sartika

Foto : Tim dokumentasi Etape BBN Kepulauan Madura

Menumbuhkan Harapan di Tengah Keterbatasan pada Etape BBN Madura Pulau Gili Iyang

Menumbuhkan Harapan di Tengah Keterbatasan pada Etape BBN Madura Pulau Gili Iyang

Jumat malam tepatnya pukul 00.00 kami para Relawan Bakti Bagi Negeri berkumpul di meeting point, Telkom Ketintang bersiap-siap untuk membagikan 1200 buku di kepulauan Madura. Kami dibagi menjadi tiga tim, dua tim yang menuju Pulau Gili Genting akan membagikan 500 buku ke SDN 1 Aenganya, 450 buku untuk SDN 1 Gedungan, dan satu tim lainnya menuju Pulau Gili Iyang untuk 250 buku ke SDN 3 Bancamara.

Perjalanan dari dermaga Dungkek ke Pulau Gili Iyang
Perjalanan dari dermaga Dungkek ke Pulau Gili Iyang

Kebetulan saya, Sheena, Renny, Najib, Bima, berada dalam tim yang akan ke SDN 3 Bancamara, Gili Iyang dibantu dengan support Pak Okin dan Firman. Dermaga untuk ke Gili Iyang berada di Desa Dungkek, berbeda dengan dermaga Saronggi yang menuju ke Gili Genting. Kami tiba di Dungkek sekitar jam 8 kurang, loading barang ke kapal Pak Aziz yang akan mengantar kami ke Pulau Gili Iyang yang merupakan pulau kaya akan Oksigen.

persiapan menaiki Odong-odong
persiapan menaiki Odong-odong

Setiba di sana kami disambut oleh Pak Rohim dan Pak Lis yang merupakan guru SDN 3 Bancamara. Perjalanan ke Bancamara cukup jauh sehingga kami menggunakan transportasi khas setempat, odong-odong, begitu warga Gili Iyang menyebutnya. Dapat dibayangkan bagaimana bergetarnya badan kami saat diatas kendaraan tersebut.

Win5

Tiba di SD 3 Bancamara perasaan senang dan haru seketika menyelimuti perasaan kami, karena mulai dari Kepala Sekolah hingga orangtua murid menyambut kami dengan hangat. Pak Achmad Bati selaku Kepala Sekolah sengaja mengundang orangtua murid, karena peran orangtua sangat penting dalam mendidik anak, bukan hanya guru yang bertugas mendidik anak, tapi guru dan orangtua perlu bersinergi untuk pendidikan anak-anak di negeri ini, Indonesia.

Tim Relawan BBN SDN 3 Bancamara
Tim Relawan BBN SDN 3 Bancamara

Pulau Gili Iyang belum dilewati oleh jalur listrik yang disediakan oleh PLN, sehingga warga memanfaatkan genset atau tenaga surya termasuk di SDN 3 Bancamara. Murid di SDN 3 Bancamara hanya berjumlah 48 siswa dari kelas 1 hingga 6. Dengan antusias adik-adik tersebut mengibarkan bendera Merah Putih yang telah kami bagikan sebagai alat untuk menarik perhatian adik-adik agar lebih kondusif, Kelas Merah Putih pun dimulai dengan pemberian sambutan dan motivasi oleh Pak Bati dan perwakilan BBN yaitu Mas Najib.

Win118
Penyerahan bantuan

Selain penyerahan 250 buku, alat-alat olahraga dan penyampaikan materi mengenai Internet Positif dan Pentingnya Membaca, kami mengadakan banyak kuis dan permainan. Banyak sekali adik-adik yang antusias untuk maju kedepan karena tertarik akan hadiah yang kami berikan. Kami meminta seorang murid untuk maju ke depan, tapi yang datang malah seluruh siswa yang duduk dalam sebaris  meja, sampai kami kewalahan mengatur adik-adik lucu ini.

Win21
Keseruan kelas merah putih

Untuk mendorong adik-adik murid SDN 3 Bancamara ini agar senang membaca buku, mereka diminta untuk menuliskan cita-cita mereka di stiker yang telah kami bagikan satu persatu. Selanjutnya stiker tersebut akan ditempelkan setinggi-tingginya oleh adik-adik di Dinding Asa yang telah kami siapkan. Cita-cita mereka perlu didorong dengan salah satu cara yaitu rajin membaca buku, maka kami pun menyiapakan dinding komitmen yang berisi cap tangan adik-adik mungil ini sebagai komitmen membaca buku untuk seterusnya.

Win14
Menempelkan stiker bertuliskan cita-cita pada dinding asa

Tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam 11, waktu harus memisahkan kami dengan adik-adik lugu dan lucu ini, sedih rasanya harus berpamitan dengan guru-guru, adik-adik dan para orangtua. Tidak lupa sebelum benar-benar meninggalkan lokasi kami berfoto bersama sebagai kenangan. Rindu rasanya melihat senyuman mereka lagi. Tidak sabar rasanya untuk merencanakan etape selanjutnya, melanjutkan pencapaian setengah juta buku untuk anak-anak di Indonesia.

Berfoto bersama sesuai rangkaian acara
Berfoto bersama sesuai rangkaian acara

 

Tulisan Oleh Syadwina Mahyani

Foto : Tim dokumentasi Etape BBN Kep Madura