BBN Camp 2016 : Tumbuhkan Jiwa Korsa, Menebar Manfaat kepada Sesama

BBN Camp 2016 : Tumbuhkan Jiwa Korsa, Menebar Manfaat kepada Sesama

“Jika emas diukur dengan karatnya, maka manusia diukur dengan manfaatnya”.

    Ungkapan tersebut rasanya tepat digunakan untuk menggambarkan ruh membakar semangat yang ada di dalam dada setiap Relawan BBN. Menebar manfaat kepada anak-anak bangsa yang kurang beruntung adalah nafas dari setiap aktivitas para relawan meskipun dengan hal sekecil apapun.

       Di penghunjung tahun 2016 ini, BBN Sekar Telkom kembali mengadakan kegiatan yang bertajuk BBN Camp 2016. Seperti pada kegiatan BBN Camp sebelumnya, pada tahun ini  kembali dilaksanakan di alam terbuka yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Kegiatan yang bertujuan menajamkan rasa saling berbagi, menanamkan semangat barbakti kepada bangsa, serta menumbukan rasa solidaritas dan semangat kebersamaan ini dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 10-13 November 2016. Adapun yang bertindak sebagai fasilitator, NTOTC (National Tropical Outdoor Training Centre) Wanadri kembali dipercaya sebagai fasilitator terbaik untuk melaksanakan kegiatan di alam terbuka.

      Rangkian acara diawali oleh sharing session oleh Ketua Sekar dan Deputy SGM TCUC pada hari Kamis 10 November 2016 selepas rehat siang. Kemudian dilanjutkan berturut-turut oleh komunitas Sedekah Rombongan dan materi kerelawanan yang dibawakan oleh perwakilan dari Yayasan Indonesia Mengajar. Seluruh peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan sharing session ini.

Ketua Sekar Memberikan Sambutan
Ketua Sekar Memberikan Sambutan

    Setelah rangkaian acara sharing session selesai kegiatan dilanjutkan dengan briefing yang dibawakan oleh NTOTC Wanadri. Kegiatan ini berisi bagaimana merencanakan sebuah perjalanan, dimulai dari perbekalan dan perlengkapan yang harus disiapkan, bagaimana mengemasi barang bawaan, serta titik yang akan dituju dalam sebuah perjalanan.

Fasilitator menjelaskan mengenai peralatan yang akan digunakan
Fasilitator menjelaskan mengenai peralatan yang akan digunakan
skr_9492
Salah satu peserta membantu peserta lainnya menggunakan peralatan outdoor

        Sedikit berbeda dengan BBN Camp sebelumnya, kali ini, disamping berkegiatan di alam terbuka, pada hari pertama BBN Camp ini  juga dirangkaikan dengan Mini Etape. Maka dari itu sebanyak 47 peserta yang terdiri dari 25 laki-laki dan 22 perempuan dibagi menjadi 5 kelompok bertugas menyiapkan dan mengantarkan sekitar 1200 buku ke enam Sekolah Dasar  di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Rangkaian acara dihari pertama diakhiri dengan kegiatan berfoto bersama dan dilanjutkan dengan istirahat guna mempersiapkan tubuh agar dapat memulai esok pagi dengan bugar dan penuh semangat.

Para peserta mempersiapkan buku yang akan dibagikan ke sekolah dasar
Para peserta mempersiapkan buku yang akan dibagikan ke sekolah dasar
skr_0009
Kegiatan diawali dengan berdoa

       Mentari pagi bersinar cerah di hari Jumat 11 November 2016, hari dimana para peserta BBN Camp memulai aktivitas luar ruang. Setelah diawali dengan berdoa dan berfoto bersama, kegiatan selanjutnya ialah menuju ke enam sekolah yang telah ditentukan sebelumnya oleh fasilitator.

Peserta BBN Camp 2016 melakukan sesi foto bersama
Peserta BBN Camp 2016 melakukan sesi foto bersama

      Seluruh peserta menuju titik nol, yaitu Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, menggunakan truk TNI. Setelah tiba di titik nol, masing-masing kelompok diminta menuju Sekolah target donasi secara mandiri tanpa bantuan dari fasilitator, mulai dari mempersiapkan transportasi hingga berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah terkait teknis pelaksanaan penyerahan buku.

skr_0023
Rombongan peserta BBN Camp 2016 bersiap menuju ke titik nol

        Tak hanya sekadar mengantarkan buku, para relawan BBN juga membagi kisah inspirasi dan motivasi ke siswa-siswi masing-masing sekolah. Tujuannya sederhana, agak tak takut bermimpi dan berani bercita-cita serta berusaha meraihnya sekuat tenaga dimulai dari membaca buku.

skr_0112
Penyerahan buku kepada pihak sekolah
skr_0152
Memberikan tantangan kepada salah satu siswa untuk berani bercerita di depan kelas
skr_0178
Berfoto dengan siswa-siswi salah satu sekolah yang mendapat donasi buku

      Selepas mengantarkan sekoci buku ke enam sekolah dasar, para peserta bergerak menuju titik kumpul pertama, di depan Kantor Desa Pesanggrahan. Di titik kumpul pertama ini para peserta dibagikan logistik serta peralatan memasak, serta natura makan siang untuk setiap kelompok.

    Seusai melaksanakan ibadah sholat jumat dan santap siang, peserta kemudian diarahkan menuju titik camp-1, yaitu Ciawitali yang terletak di punggungan Gunung Burangrang. Seperti sebelumnya, para peserta diminta menentukan sendiri cara dan jalur yang akan ditempuh menuju Ciawitali tujuannya agar peserta dapat berinteraksi dengan warga lokal serta sedikit mempelajari kearifan lokal yang berlaku di daerah tersebut.

skr_0042

     Rupanya hari itu cukup beruntung, para peserta kedatangan teman baru. Seolah menjadi teman perjalanan, hujan turut menemani peserta sepanjang perjalanan, sehingga sedikit memaksa untuk mengenakan jas hujan. Jalur menuju Ciawitali ternyata tidak senyaman jalan-jalan menuju pusat perbelanjaan. Mulai dengan permukaan yang berbatu, jembatan bambu, hingga jalan menanjak yang licin akibat guyuran hujan harus dilalui setiap peserta menuju Ciawitali. Meski begitu, rona ceria bercampur sedikit khawatir menghiasi wajah beberapa perserta.

Hujan mulai turun menemani perjalanan
Hujan mulai turun menemani perjalanan
skr_0345
Jalan terjal yang dilalui oleh para peserta
skr_0319
Peserta diharuskan menapaki jembatan bambu untuk menyebrangi sungai

     Setelah menempuh sekitar dua hingga tiga jam perjalanan, para peserta tiba di Ciawitali. Di titik camp-1 ini para peserta diminta oleh fasilitator untuk mendirikan tenda ataupun bivak yang dapat menampung seluruh anggota kelompok. Tidak ada ketentuan khusus mengenai bentuk, ukuran maupun kapasitas bivak, yang penting dapat melindungi seluruh anggota kelompok dari guyuran hujan maupun dinginnya angin yang berhembus. Alhasil,  tampak bivak dari setiap kelompok memiliki karakter masing-masing.

Mendirikan bivak kelompok
Mendirikan bivak kelompok

    Selanjutnya para peserta diminta untuk mempersiapkan makan malam sesuai selera dan kreatifitas masing-masing. Jangan bayangkan fasilitas memasak seperti di dapur modern pada umumnya yang serba praktis dan mudah. Setiap kelompok yang dilengkapi dua set nesting diminta mampu menggunakan kompor parafin serta mengatur menu makan malamnya secara berkelompok.

      Setelah seluruh peserta melaksanakan santap malam, kegiatan dilanjutkan dengan acara sharing session oleh perwakilan setiap kelompok. Para duta kelompok tersebut diminta menceritakan pengalaman serta nilai-nilai yang didapatkan sepanjang hari tadi. Malam yang dingin sontak menjadi hangat, para peserta tampak terhibur dengan pelbagai kisah dari setiap duta kelompok. Ada yang serius, serta ada pula yang mengundang tawa dari seluruh pendengar. Gelak tawa dari seluruh peserta seolah menghilangkan rasa lelah yang ditimbulkan sepanjang perjalanan sepanjang hari tadi. Seluruh peserta tampak menikmati suasana keakraban pada malam itu. Setelah acara berbagi kisah rampung, acara selanjutnya adalah briefing untuk kegiatan esok, serta dilanjutkan dengan kembali ke bivak masing-masing guna mempersiapkan diri untuk istirahat.

Perwakilan salah satu kelompok mencertakan perjalanan yang telah dilalui
Perwakilan salah satu kelompok mencertakan perjalanan yang telah dilalui

skr_0460Tak terasa pagi telah menyapa Ciawitali di hari itu, Sabtu 12 November 2016. Tampak aktivitas mulai pagi mulai terihat dari bivak parah peserta. Pagi itu, setelah menanggalkan pakaian tidur, para peserta memulai aktivitas pagi, mulai dari mempersiapkan makan pagi dan siang hingga mengemasi kembali flysheet yang digunakan sebagai bivak. Setelah makan pagi dan seluruh perlengkapan telah terkemasi, selanjutnya para peserta mengikuti apel pagi dan mendengarkan arahan untuk kegiatan di hari itu.

      Kegiatan selanjutnya adalah setiap kelompok diberikan misi untuk menuju titik yang telah ditentukan. Oleh Fasilitator, di titik-titik tersebut telah diberi penanda berupa bendera. Setiap kelompok diminta mengambil gambar bendera beserta seluruh anggota kelompok dalam satu bingkai foto. Total 6 bendera yang disebar di dua pos harus masuk berupa gambar ke dalam ponsel pintar ataupun kamera dari perwakilan setiap peserta. Masing-masing titik bendera terletak  di lokasi yang memiliki tantangan tersendiri. Di sinilah dilatih kekompakan, soliditas, serta solidaritas setiap kelompok. Setiap anggota kelompok saling membantu satu sama lain agar dapat menyelesaikan misi yang diberikan dengan sempurna.

photo_2016-11-29_15-15-05
Menuntaskan misi berfoto dengan objek bendera

     Setelah semua titik bendera telah berhasil dikunjungi, peserta bergerak menuju titik kumpul kedua yaitu, Desa Cihanjawar Gunung. Setiba di titik kumpul yang terletak di Aula Desa Cihanjawar Gunung para peserta rehat sejenak sembari melakukan santap siang dan ibadah Sholat Dhuhur bagi peserta yang beragama muslim.

      Setelah rangkaian istirahat selesai, peserta kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini titik camp-2 yang akan dituju berlokasi di bukit Pasir Kutu. Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini seluruh kelompok dilebur menjadi satu kelompok besar, sehingga perlengkapan memasak serta bivak yang harus disiapkan pun untuk seluruh peserta.

skr_1143
Peserta membawa perlengkapan kelompok
skr_1174
Medan yang berat serta tambahan beban tak menyurutkan semangat peserta BBN Camp 2016

      Perjalanan menuju ke Pasir Kutu kembali ditemani hujan dan suara petir yang saling bersahutan. Jalan yang dilalui pun tak kalah menanjak dibandingkan dengan perjalanan dihari sebelumnya, hanya saja, beban yang dibawa oleh masing-masing peserta bertambah dari segi berat maupun jenisnya. Ada yang kebagian membawa tabung gas, terpal, kompor, panci, hingga genset, semua bahu membahu membawa perlengkapan kelompok.

      Setelah menempuh perjalanan yang mendaki selama sekitar dua jam, para peserta akhirnya tiba di lokasi Camp-2, Bukit Pasir Kutu. Perasan lega tampak dari wajah setiap peserta yang mungkin tak membayangkan sebelumnya medan serta beban yang dibawa seberat seperti yang mereka rasakan. Lokasi ini memilik tanah yang cukup lapang untuk membangun tiga tenda utama yang memiliki fungsi tempat tidur, kelas dan dapur. Kekompakan dan kerjasama kembali terlihat saat para peserta bahu membahu mendirikan tenda. Setiap peserta tak ada yang diam berpangku tangan, masing-masing mengambil peran sendiri-sendiri. Ada yang mempersiapkan tenda tidur, tenda kelas, tenda dapur, hingga mencari kayu yang digunakan untuk keperluan memasak.

skr_1279
Mempersiapkan bivak

          Kegiatan di dapur pun tampak lebih meriah, layaknya mempersiapkan makanan di Dapur Umum tenda evakuasi, para juru masak bahu membahu menyiapkan makanan yang tentunya sudah mulai diidam-idamkan oleh peserta yang perutnya mulai dilanda rasa lapar. Akhirnya makanan yang dinanti pun telah siap. Para peserta telah lama menanti dengan peralatan makannya masing-masing. Makanan malam itu tampak begitu nikmat dirasakan oleh seluruh peserta. Mungkin karena memang rasanya begitu nikmat serta rasa lapar yang melanda tentunya menambah kenikmatan tersendiri.

skr_1313
Kekompakan tampak saat menyiapkan makan malam

Pada malam kedua ini sharing session diisi oleh pemateri dari Kidzmile Foundation, materi Micro-teaching for Childern and Story Telling Skills yang dibawakan tentunya sangat bermanfaat serta menunjang kegiatan etape BBN maupun tambahan ilmu baru bagi para persert. Rona antusias tampak dari wajah setiap peserta yang mengikuti materi serta pelatihan yang diberikan. Tak kalah seru dibanding malam sebelumnya semua peserta larut dalam gelak tawa dan keseruan materi malam itu hingga tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Rasa lelah dan kantuk yang tadi sempat menghilang kini pelan-pelan mulai menghampiri para peserta satu-persatu. Keseruan malam itu akhirnya ditutup oleh briefing dari fasilitator, dan setelah itu para peserta beristirahat di tenda tidur yang telah disiapkan sebelumnya.

skr_1347
Peserta menyimak materi story telling

Keesokan harinya, lamat-lamat matahari pagi mulai menyapa. Dinginnya malam mulai tergantikan dengan hangatnya mentari pagi yang seperti malu-malu bersembunyi dabalik awan. Pagi itu tak begitu cerah, sedikit berawan namun para peserta memulai aktivitas pagi dengan penuh semangat. Minggu 13 November 2016 merupakan hari terakhir kegiatan BBN Camp 2016. Setelah mendapatkan arahan dari fasilitator para peserta mulai bergerak sesuai dengan pembagian tugas masing-masing, mulai mempersiapkan sarapan, mengambil air dan mengemasi perlengkapan pribadi maupun kelokmpok. Menu sarapan pagi itu adalah bubur ayam dan sarden serta ditemani Minuman berperisa jeruk yang oleh beberapa peserta dinamai “DJus DJeruk Tjap Tjihanjawar Goenoeng” yang terbuat dari mata air yang mengalir di kaki Gunung Burangrang. Setelah semua aktivitas sarapan dan berkemas selesai peserta bersiap meninggalkan titik camp menuju kembali ke Desa Cihanjawar Gunung.

Salah satu peserta tampak begitu nikmat menegak Djus Djeruk Tjap Tjihandjawar Goenoeng
Salah satu peserta tampak begitu nikmat menegak Djus Djeruk Tjap Tjihandjawar Goenoeng

Setelah sarapan selesai acara dilanjutkan dengan diskusi secara berkelompok mengenai hal yang ide-ide apa yang dapat diterapkan demi kemajuan Sekar dan BBN sehingga lebih memberikan nilai serta manfaat bagi para anggotanya maupun bangsa Indonesia pada umumnya. Total lima peserta perwakilan dari setiap kelompok memaparkan ide masing-masing. Brilian! Itulah ungkapan yang pantas disanjungkan terhadap setiap ide dari masing-masing perwakilan kelompok. Setiap ide menyiratkan harapan akan kemajuan BBN dan Sekar ke arah yang terus lebih baik.

Perwakilan salah satu kelompok mendapat giliran menyampaikan ide
Perwakilan salah satu kelompok mendapat giliran menyampaikan ide

Setelah rangkaian acara diskusi selesai, para peserta diminta untuk mengemasi seluruh perlengkapan baik pribadi maupun kelompok guna mempersiapkan diri kembali ke Desa Cihanjawar Gunung.

Akhirnya  rangkaian kegiatan BBN Camp 2016 tiba di penghunjung acara, yaitu penutupan. Sambil membawa carrier dan membentuk lingkaran peserta mengikuti kegiatan penutupan dengan khidmad. Hujan yang turun semakin membuat suasana pagi menjelang siang itu semakin syahdu. Setelah mendengarkan kata-kata penutupan yang dibawakan oleh fasilitator dan salah satu Pembina BBN, akhirnya kegiatan BBN Camp 2016 resmi ditutup.

skr_1621
Suasana khidmat menyelimuti pada saat penutupan BBN Camp 2016

       Banyak pembelajaran serta nilai yang dibawa pulang oleh masing-masing peserta yang dapat memupuk semangat Nasionalisme dan tekad untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa oleh setiap peserta BBN. BBN camp selalu menyisakan kenangan manis tersendiri dihati para peserta./pryg

Tulisan oleh : Lanang Prayogo

Foto : Dokumentasi BBN