BBN Camp 2016 : Tumbuhkan Jiwa Korsa, Menebar Manfaat kepada Sesama

BBN Camp 2016 : Tumbuhkan Jiwa Korsa, Menebar Manfaat kepada Sesama

“Jika emas diukur dengan karatnya, maka manusia diukur dengan manfaatnya”.

    Ungkapan tersebut rasanya tepat digunakan untuk menggambarkan ruh membakar semangat yang ada di dalam dada setiap Relawan BBN. Menebar manfaat kepada anak-anak bangsa yang kurang beruntung adalah nafas dari setiap aktivitas para relawan meskipun dengan hal sekecil apapun.

       Di penghunjung tahun 2016 ini, BBN Sekar Telkom kembali mengadakan kegiatan yang bertajuk BBN Camp 2016. Seperti pada kegiatan BBN Camp sebelumnya, pada tahun ini  kembali dilaksanakan di alam terbuka yang berlokasi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.  Kegiatan yang bertujuan menajamkan rasa saling berbagi, menanamkan semangat barbakti kepada bangsa, serta menumbukan rasa solidaritas dan semangat kebersamaan ini dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 10-13 November 2016. Adapun yang bertindak sebagai fasilitator, NTOTC (National Tropical Outdoor Training Centre) Wanadri kembali dipercaya sebagai fasilitator terbaik untuk melaksanakan kegiatan di alam terbuka.

      Rangkian acara diawali oleh sharing session oleh Ketua Sekar dan Deputy SGM TCUC pada hari Kamis 10 November 2016 selepas rehat siang. Kemudian dilanjutkan berturut-turut oleh komunitas Sedekah Rombongan dan materi kerelawanan yang dibawakan oleh perwakilan dari Yayasan Indonesia Mengajar. Seluruh peserta tampak antusias dalam mengikuti kegiatan sharing session ini.

Ketua Sekar Memberikan Sambutan
Ketua Sekar Memberikan Sambutan

    Setelah rangkaian acara sharing session selesai kegiatan dilanjutkan dengan briefing yang dibawakan oleh NTOTC Wanadri. Kegiatan ini berisi bagaimana merencanakan sebuah perjalanan, dimulai dari perbekalan dan perlengkapan yang harus disiapkan, bagaimana mengemasi barang bawaan, serta titik yang akan dituju dalam sebuah perjalanan.

Fasilitator menjelaskan mengenai peralatan yang akan digunakan
Fasilitator menjelaskan mengenai peralatan yang akan digunakan
skr_9492
Salah satu peserta membantu peserta lainnya menggunakan peralatan outdoor

        Sedikit berbeda dengan BBN Camp sebelumnya, kali ini, disamping berkegiatan di alam terbuka, pada hari pertama BBN Camp ini  juga dirangkaikan dengan Mini Etape. Maka dari itu sebanyak 47 peserta yang terdiri dari 25 laki-laki dan 22 perempuan dibagi menjadi 5 kelompok bertugas menyiapkan dan mengantarkan sekitar 1200 buku ke enam Sekolah Dasar  di Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Rangkaian acara dihari pertama diakhiri dengan kegiatan berfoto bersama dan dilanjutkan dengan istirahat guna mempersiapkan tubuh agar dapat memulai esok pagi dengan bugar dan penuh semangat.

Para peserta mempersiapkan buku yang akan dibagikan ke sekolah dasar
Para peserta mempersiapkan buku yang akan dibagikan ke sekolah dasar
skr_0009
Kegiatan diawali dengan berdoa

       Mentari pagi bersinar cerah di hari Jumat 11 November 2016, hari dimana para peserta BBN Camp memulai aktivitas luar ruang. Setelah diawali dengan berdoa dan berfoto bersama, kegiatan selanjutnya ialah menuju ke enam sekolah yang telah ditentukan sebelumnya oleh fasilitator.

Peserta BBN Camp 2016 melakukan sesi foto bersama
Peserta BBN Camp 2016 melakukan sesi foto bersama

      Seluruh peserta menuju titik nol, yaitu Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, menggunakan truk TNI. Setelah tiba di titik nol, masing-masing kelompok diminta menuju Sekolah target donasi secara mandiri tanpa bantuan dari fasilitator, mulai dari mempersiapkan transportasi hingga berkomunikasi langsung dengan pihak sekolah terkait teknis pelaksanaan penyerahan buku.

skr_0023
Rombongan peserta BBN Camp 2016 bersiap menuju ke titik nol

        Tak hanya sekadar mengantarkan buku, para relawan BBN juga membagi kisah inspirasi dan motivasi ke siswa-siswi masing-masing sekolah. Tujuannya sederhana, agak tak takut bermimpi dan berani bercita-cita serta berusaha meraihnya sekuat tenaga dimulai dari membaca buku.

skr_0112
Penyerahan buku kepada pihak sekolah
skr_0152
Memberikan tantangan kepada salah satu siswa untuk berani bercerita di depan kelas
skr_0178
Berfoto dengan siswa-siswi salah satu sekolah yang mendapat donasi buku

      Selepas mengantarkan sekoci buku ke enam sekolah dasar, para peserta bergerak menuju titik kumpul pertama, di depan Kantor Desa Pesanggrahan. Di titik kumpul pertama ini para peserta dibagikan logistik serta peralatan memasak, serta natura makan siang untuk setiap kelompok.

    Seusai melaksanakan ibadah sholat jumat dan santap siang, peserta kemudian diarahkan menuju titik camp-1, yaitu Ciawitali yang terletak di punggungan Gunung Burangrang. Seperti sebelumnya, para peserta diminta menentukan sendiri cara dan jalur yang akan ditempuh menuju Ciawitali tujuannya agar peserta dapat berinteraksi dengan warga lokal serta sedikit mempelajari kearifan lokal yang berlaku di daerah tersebut.

skr_0042

     Rupanya hari itu cukup beruntung, para peserta kedatangan teman baru. Seolah menjadi teman perjalanan, hujan turut menemani peserta sepanjang perjalanan, sehingga sedikit memaksa untuk mengenakan jas hujan. Jalur menuju Ciawitali ternyata tidak senyaman jalan-jalan menuju pusat perbelanjaan. Mulai dengan permukaan yang berbatu, jembatan bambu, hingga jalan menanjak yang licin akibat guyuran hujan harus dilalui setiap peserta menuju Ciawitali. Meski begitu, rona ceria bercampur sedikit khawatir menghiasi wajah beberapa perserta.

Hujan mulai turun menemani perjalanan
Hujan mulai turun menemani perjalanan
skr_0345
Jalan terjal yang dilalui oleh para peserta
skr_0319
Peserta diharuskan menapaki jembatan bambu untuk menyebrangi sungai

     Setelah menempuh sekitar dua hingga tiga jam perjalanan, para peserta tiba di Ciawitali. Di titik camp-1 ini para peserta diminta oleh fasilitator untuk mendirikan tenda ataupun bivak yang dapat menampung seluruh anggota kelompok. Tidak ada ketentuan khusus mengenai bentuk, ukuran maupun kapasitas bivak, yang penting dapat melindungi seluruh anggota kelompok dari guyuran hujan maupun dinginnya angin yang berhembus. Alhasil,  tampak bivak dari setiap kelompok memiliki karakter masing-masing.

Mendirikan bivak kelompok
Mendirikan bivak kelompok

    Selanjutnya para peserta diminta untuk mempersiapkan makan malam sesuai selera dan kreatifitas masing-masing. Jangan bayangkan fasilitas memasak seperti di dapur modern pada umumnya yang serba praktis dan mudah. Setiap kelompok yang dilengkapi dua set nesting diminta mampu menggunakan kompor parafin serta mengatur menu makan malamnya secara berkelompok.

      Setelah seluruh peserta melaksanakan santap malam, kegiatan dilanjutkan dengan acara sharing session oleh perwakilan setiap kelompok. Para duta kelompok tersebut diminta menceritakan pengalaman serta nilai-nilai yang didapatkan sepanjang hari tadi. Malam yang dingin sontak menjadi hangat, para peserta tampak terhibur dengan pelbagai kisah dari setiap duta kelompok. Ada yang serius, serta ada pula yang mengundang tawa dari seluruh pendengar. Gelak tawa dari seluruh peserta seolah menghilangkan rasa lelah yang ditimbulkan sepanjang perjalanan sepanjang hari tadi. Seluruh peserta tampak menikmati suasana keakraban pada malam itu. Setelah acara berbagi kisah rampung, acara selanjutnya adalah briefing untuk kegiatan esok, serta dilanjutkan dengan kembali ke bivak masing-masing guna mempersiapkan diri untuk istirahat.

Perwakilan salah satu kelompok mencertakan perjalanan yang telah dilalui
Perwakilan salah satu kelompok mencertakan perjalanan yang telah dilalui

skr_0460Tak terasa pagi telah menyapa Ciawitali di hari itu, Sabtu 12 November 2016. Tampak aktivitas mulai pagi mulai terihat dari bivak parah peserta. Pagi itu, setelah menanggalkan pakaian tidur, para peserta memulai aktivitas pagi, mulai dari mempersiapkan makan pagi dan siang hingga mengemasi kembali flysheet yang digunakan sebagai bivak. Setelah makan pagi dan seluruh perlengkapan telah terkemasi, selanjutnya para peserta mengikuti apel pagi dan mendengarkan arahan untuk kegiatan di hari itu.

      Kegiatan selanjutnya adalah setiap kelompok diberikan misi untuk menuju titik yang telah ditentukan. Oleh Fasilitator, di titik-titik tersebut telah diberi penanda berupa bendera. Setiap kelompok diminta mengambil gambar bendera beserta seluruh anggota kelompok dalam satu bingkai foto. Total 6 bendera yang disebar di dua pos harus masuk berupa gambar ke dalam ponsel pintar ataupun kamera dari perwakilan setiap peserta. Masing-masing titik bendera terletak  di lokasi yang memiliki tantangan tersendiri. Di sinilah dilatih kekompakan, soliditas, serta solidaritas setiap kelompok. Setiap anggota kelompok saling membantu satu sama lain agar dapat menyelesaikan misi yang diberikan dengan sempurna.

photo_2016-11-29_15-15-05
Menuntaskan misi berfoto dengan objek bendera

     Setelah semua titik bendera telah berhasil dikunjungi, peserta bergerak menuju titik kumpul kedua yaitu, Desa Cihanjawar Gunung. Setiba di titik kumpul yang terletak di Aula Desa Cihanjawar Gunung para peserta rehat sejenak sembari melakukan santap siang dan ibadah Sholat Dhuhur bagi peserta yang beragama muslim.

      Setelah rangkaian istirahat selesai, peserta kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini titik camp-2 yang akan dituju berlokasi di bukit Pasir Kutu. Berbeda dengan hari sebelumnya, kali ini seluruh kelompok dilebur menjadi satu kelompok besar, sehingga perlengkapan memasak serta bivak yang harus disiapkan pun untuk seluruh peserta.

skr_1143
Peserta membawa perlengkapan kelompok
skr_1174
Medan yang berat serta tambahan beban tak menyurutkan semangat peserta BBN Camp 2016

      Perjalanan menuju ke Pasir Kutu kembali ditemani hujan dan suara petir yang saling bersahutan. Jalan yang dilalui pun tak kalah menanjak dibandingkan dengan perjalanan dihari sebelumnya, hanya saja, beban yang dibawa oleh masing-masing peserta bertambah dari segi berat maupun jenisnya. Ada yang kebagian membawa tabung gas, terpal, kompor, panci, hingga genset, semua bahu membahu membawa perlengkapan kelompok.

      Setelah menempuh perjalanan yang mendaki selama sekitar dua jam, para peserta akhirnya tiba di lokasi Camp-2, Bukit Pasir Kutu. Perasan lega tampak dari wajah setiap peserta yang mungkin tak membayangkan sebelumnya medan serta beban yang dibawa seberat seperti yang mereka rasakan. Lokasi ini memilik tanah yang cukup lapang untuk membangun tiga tenda utama yang memiliki fungsi tempat tidur, kelas dan dapur. Kekompakan dan kerjasama kembali terlihat saat para peserta bahu membahu mendirikan tenda. Setiap peserta tak ada yang diam berpangku tangan, masing-masing mengambil peran sendiri-sendiri. Ada yang mempersiapkan tenda tidur, tenda kelas, tenda dapur, hingga mencari kayu yang digunakan untuk keperluan memasak.

skr_1279
Mempersiapkan bivak

          Kegiatan di dapur pun tampak lebih meriah, layaknya mempersiapkan makanan di Dapur Umum tenda evakuasi, para juru masak bahu membahu menyiapkan makanan yang tentunya sudah mulai diidam-idamkan oleh peserta yang perutnya mulai dilanda rasa lapar. Akhirnya makanan yang dinanti pun telah siap. Para peserta telah lama menanti dengan peralatan makannya masing-masing. Makanan malam itu tampak begitu nikmat dirasakan oleh seluruh peserta. Mungkin karena memang rasanya begitu nikmat serta rasa lapar yang melanda tentunya menambah kenikmatan tersendiri.

skr_1313
Kekompakan tampak saat menyiapkan makan malam

Pada malam kedua ini sharing session diisi oleh pemateri dari Kidzmile Foundation, materi Micro-teaching for Childern and Story Telling Skills yang dibawakan tentunya sangat bermanfaat serta menunjang kegiatan etape BBN maupun tambahan ilmu baru bagi para persert. Rona antusias tampak dari wajah setiap peserta yang mengikuti materi serta pelatihan yang diberikan. Tak kalah seru dibanding malam sebelumnya semua peserta larut dalam gelak tawa dan keseruan materi malam itu hingga tanpa terasa waktu telah menunjukkan pukul sepuluh malam. Rasa lelah dan kantuk yang tadi sempat menghilang kini pelan-pelan mulai menghampiri para peserta satu-persatu. Keseruan malam itu akhirnya ditutup oleh briefing dari fasilitator, dan setelah itu para peserta beristirahat di tenda tidur yang telah disiapkan sebelumnya.

skr_1347
Peserta menyimak materi story telling

Keesokan harinya, lamat-lamat matahari pagi mulai menyapa. Dinginnya malam mulai tergantikan dengan hangatnya mentari pagi yang seperti malu-malu bersembunyi dabalik awan. Pagi itu tak begitu cerah, sedikit berawan namun para peserta memulai aktivitas pagi dengan penuh semangat. Minggu 13 November 2016 merupakan hari terakhir kegiatan BBN Camp 2016. Setelah mendapatkan arahan dari fasilitator para peserta mulai bergerak sesuai dengan pembagian tugas masing-masing, mulai mempersiapkan sarapan, mengambil air dan mengemasi perlengkapan pribadi maupun kelokmpok. Menu sarapan pagi itu adalah bubur ayam dan sarden serta ditemani Minuman berperisa jeruk yang oleh beberapa peserta dinamai “DJus DJeruk Tjap Tjihanjawar Goenoeng” yang terbuat dari mata air yang mengalir di kaki Gunung Burangrang. Setelah semua aktivitas sarapan dan berkemas selesai peserta bersiap meninggalkan titik camp menuju kembali ke Desa Cihanjawar Gunung.

Salah satu peserta tampak begitu nikmat menegak Djus Djeruk Tjap Tjihandjawar Goenoeng
Salah satu peserta tampak begitu nikmat menegak Djus Djeruk Tjap Tjihandjawar Goenoeng

Setelah sarapan selesai acara dilanjutkan dengan diskusi secara berkelompok mengenai hal yang ide-ide apa yang dapat diterapkan demi kemajuan Sekar dan BBN sehingga lebih memberikan nilai serta manfaat bagi para anggotanya maupun bangsa Indonesia pada umumnya. Total lima peserta perwakilan dari setiap kelompok memaparkan ide masing-masing. Brilian! Itulah ungkapan yang pantas disanjungkan terhadap setiap ide dari masing-masing perwakilan kelompok. Setiap ide menyiratkan harapan akan kemajuan BBN dan Sekar ke arah yang terus lebih baik.

Perwakilan salah satu kelompok mendapat giliran menyampaikan ide
Perwakilan salah satu kelompok mendapat giliran menyampaikan ide

Setelah rangkaian acara diskusi selesai, para peserta diminta untuk mengemasi seluruh perlengkapan baik pribadi maupun kelompok guna mempersiapkan diri kembali ke Desa Cihanjawar Gunung.

Akhirnya  rangkaian kegiatan BBN Camp 2016 tiba di penghunjung acara, yaitu penutupan. Sambil membawa carrier dan membentuk lingkaran peserta mengikuti kegiatan penutupan dengan khidmad. Hujan yang turun semakin membuat suasana pagi menjelang siang itu semakin syahdu. Setelah mendengarkan kata-kata penutupan yang dibawakan oleh fasilitator dan salah satu Pembina BBN, akhirnya kegiatan BBN Camp 2016 resmi ditutup.

skr_1621
Suasana khidmat menyelimuti pada saat penutupan BBN Camp 2016

       Banyak pembelajaran serta nilai yang dibawa pulang oleh masing-masing peserta yang dapat memupuk semangat Nasionalisme dan tekad untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa oleh setiap peserta BBN. BBN camp selalu menyisakan kenangan manis tersendiri dihati para peserta./pryg

Tulisan oleh : Lanang Prayogo

Foto : Dokumentasi BBN

BBN Camp, Deputy SGM TCUC: Social Need Orientation Adalah Esensi Kehidupan

BBN Camp, Deputy SGM TCUC: Social Need Orientation Adalah Esensi Kehidupan

BaktiBagiNegeri

Pada hari Kamis (10/11), Deputy SGM Bambang Budiono, SM WINS Academy Fadchi Nizar dan Manajer LDE Sudarmadji mendatangi kegiatan yang diadakan oleh SEKAR TELKOM (Serikat Karyawan Telkom) yang bertempat di Ged.Indihall di Kampus TCUC. SEKAR Telkom memiliki aktifis yang berorientasi pada kegiatan­ kegiatan sosial yang lebih dikenal dengan nama Bakti Bagi Negeri (BBN).

Dalam arahannya Deputy SGM TCUC Bambang Budiono (Bambu) menyampaikan bahwa “Biasanya, orang yang sudah berada di level Senior Leader, tidak punya waktu untuk melakukan hal­-hal yang berbau sosial. Maka dari itu, saya terapkan ilmu sosialnya yang dimiliki oleh SEKAR, dan dimasukan ke kurikulum SUSPIM Leadership Program. Nama mata kuliahnya itu adalah social need orientation, esensi dari social need orientation adalah bahwa merupakan suatu kebutuhan mendasar seorang manusia untuk berbuat bagi masyarakat banyak,” papar Bambu.

2016-11-15_18-51-22Bambu merupakan orang yang mempunyai andil besar dalam organisasi ini, kalau dihitung, mungkin lamanya kurang lebih seumur dengan SEKAR ketika di bentuk. Hingga saat ini Bambu masih menjadi pembimbing SEKAR.

Pesan Bambu dalam arahannya kepada para peserta yang mengikuti camp ini adalah “Pahami benar bahwa artinya anda hidup itu adalah kebutuhan anda untuk berbuat bagi orang banyak, apalah artinya hidup apabila kita tidak bisa berbuat banyak untuk orang lain. Maka manfaatkan betul kegiatan ini, yakinlah bahwa kegiatan ini positif, selamat ber­camp ria, semoga kegiatan camp ini memberikan manfaat untuk kita semua.” Pesan Bambu dengan penuh arti.

2016-11-15_18-53-28

Kemudian dalam kesempatan kali ini perwakilan dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Dimas Sandia, akan memberikan materi mengenai manajemen kerelawanan. Karena Indonesia Mengajar banyak sekali mengelola relawan dan ingin berbagi ilmu dengan baktibaginegeri.org.

Dilanjut dengan sharing mengenai bagaimana caranya mengelola relawan dengan baik. “Pendekatan selama ini yang banyak terjadi adalah umumnya bersifat project dan menyerang aktor secara parsial,” ujar Dimas sebagai kalimat penutupnya.

Relawan BBN Tebar Buku ke Pelosok Desa di Deli Serdang

Relawan BBN Tebar Buku ke Pelosok Desa di Deli Serdang

bbn-medan1Relawan Bakti Bagi Negeri (BBN) Medan menebar buku-buku baca ke pelosok Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (18/3). Buku-buku yang ditebar Tim Relawan BBN ini berupa buku cerita, buku pengetahuan dan buku pelajaran baik baru maupun bekas namun masih laik dibaca yang disumbangkan para anggota Serikat Karyawan (Sekar) Telkom.

Sedangkan dua sekolah yang sudah disurvei dan layak mendapat sumbangan buku-buku tersebut yaitu SD Negeri 101865 Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis dan Yayasan Perguruan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al Maidah Kotasan Kecamatan Galang di Kabupaten Deli Serdang.

Ketua Tim Relawan BBN, Winda Novita berharap buku-buku yang disumbangkan ini diharapkan bermanfaat untuk menambah pengetahuan para anak didik di sekolah. Ia mengungkapkan para Guru juga bisa membaca buku pengetahuan untuk menambah wawasan.

Keep reading →

Sekar Pekalongan Cerdaskan Anak Bangsa dengan BBN

Sekar Pekalongan Cerdaskan Anak Bangsa dengan BBN

BNNDalam rangka HUT Sekar ke 14, DPD Pekalongan melakukan kegiatan aksi sosial diantaranya menyerahkan bantuan buku. Kamis (6/3) kepada Sekolah SD Masehi di Jalan Rajawali Utara. Tidak hanya pada SD Masehi, Sekar Pekalongan juga menyerahkan buku pada MIS III kelurahan Jenggot Jalan Pelita II Pekalongan. Pemberian buku tersebut terkait dengan program Sekar, Bakti Bagi Neger (BBN).

Bantuan dari DPD Sekar Pekalongan diwakili Harry, Budi R, dan Sutrisno berkenan diterima langsung Kepala SD Masehi Ester dan Kepala MIS III Jenggot Ramuji. Seluruh buku merupakan sumbangan dari para anggota Sekar pekalongan dengan tujuan agar anak-anak memperoleh buku bacaan sehat dan mempunyai manfaat sangat besar.

Keep reading →

Relawan BBN Bandung Antarkan Buku Donasi Ke 3 Lokasi di Subang

BBN_Bandung_1Relawan Bakti Bagi Negeri (BBN) Bandung, Minggu (2/3) mengantarkan lebih dari 800 eksemplar buku bacaan anak-anak ke 3 lokasi di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Buku-buku tersebut merupakan hasil donasi para karyawan TelkomGroup maupun pihak luar yang salah satunya dihimpun dari kegiatan pengumpulan sumbangan melalui #SekociBuku pada 5-21 Februari 2014. Jenis buku yang diantar adalah buku bacaan anak-anak khusus untuk usia 5-12 tahun atau usia sekolah dasar.

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Taman Baca Sugih Mukti Mandiri di Kecamatan Kasomalang Wetan. Taman Baca tersebut didirikan Lembaga Sugih Mukti Mandiri milik Abbah Taryat, seorang enterpreneur peternakan sapi mandiri yang dikelola dari dan untuk masyarakat Kasomalang. Didampingi 2 relawan dari Yayasan Kidzsmile yaitu Vita dan Idzma, Relawan BBN menyerahkan buku hasil donasi kepada Kepala Sekolah PAUD Sugih Mukti Mandiri yang sekaligus kepala pengelola taman baca, Nurliah Solihat. Sebelumnya Relawan BBN menyempatkan diri bermain dan berbagi cerita bersama anak-anak serta para pengajar PAUD.

Keep reading →

Ketua DPW Sekar Jatim Serahkan Sumbangan Buku Aksi BBN Surabaya

3_Maret_Penyerahan_Buku_BBN_2014Ketua DPW Sekar Jatim Edward Simanjuntak menyerahkan sumbangan buku hasil donasi dari pada program Aksi Bakti Bagi Negeri (BBN) kepada Sekolah Alam (SA) ‘Rumah Matahari’ yang terletak di Jalan Klagen Wilayut Sukodono Sidoarjo, Senin (3/3). Dalam kesempatan tersebut Edward didampingi didampingi Ketua DPD Sekar Surabaya Utara Agus Eko. P, Ketua Sekar DPD Surabaya Selatan Abdullah Khoir, serta Korlap Etape Lokal area Surabaya Silvy Indriani.

Total sumbangan buku yang berhasil dikumpulkan sebanyak 296 buku, baik itu yang terdiri dari buku bekas layak baca maupun buku baru dan juga bacaan untuk anak-anak SD. Selain buku, Tim Aksi BBN dari Surabaya ini menyerahkan 5 buah papan tulis. Secara simbolis bantuan diterima langsung Kepala Sekolah SA ‘Rumah Matahari’ Ustaz Heri Suwignyo.

Keep reading →

Ketua DPD Sekar Telkom Medan Serahkan Sumbangan Untuk BBN

BBN-MedanKetua DPD Sekar Telkom Medan Bakti Setyobudi menyerahkan sumbangan untuk menyemarakkan kegiatan Bakti Bagi Negara (BBN) usai apel pagi peringatan Hari Ulang Tahun Sekar ke-14 di kota Medan, Senin (3/3).

Bakti mewakili rekan-rekan tim futsal menyerahkan uang hadiah Futsal Ceria sebesar Rp 500 ribu ke Sekoci Buku. Dalam kesempatan itu, Lenny R Marlina dari Unit HR area Medan juga menyerahkan buku bacaaan ke kotak yang telah disediakan Relawan BBN tersebut.

“Semoga rekan-rekan Sekar ikut juga menyumbang buku maupun uang tunai agar Gerakan Setengah Juta Buku Bagi Anak Indonesia ini sukses,” imbaunya.

Keep reading →

Sekoci Buku

Sekoci_Buku_1Bakti Bagi Negeri (BBN) beraksi kembali, tidak tanggung-tanggung kali ini di 7 Kota di Indonesia. Diawali dengan berlabuhnya Sekoci Buku untuk menampung buku-buku terbaik dari para donatur, aksi ini akan dilanjutkan dengan Etape Lokal pada akhir Februari dan BBN Day pada 3 Maret 2014.

Mengapa 7 kota? Karena BBN ingin melibatkan lebih banyak pihak, merangkul lebih banyak relawan, mengumpulkan lebih banyak buku serta menjangkau lebih banyak anak-anak pelosok. Mulai Rabu (5/2)para donatur BBN dapat berpartisipasi dalam Gerakan Setengah Juta Buku Bagi Anak-Anak Indonesia dengan adanya Sekoci Buku. Sekoci Buku tersebut diletakkan di Lobby Kantor-Kantor Telkom di 7 kota besar yaitu Medan, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Makassar.

Keep reading →

Ketua DPW Sekar Jatim Launching Sekoci Buku AKSI2BBN di Surabaya

5_Januari_AKSI2BBN_2014Dalam rangka menyukseskan misi Bakti Bagi Negeri (BBN) untuk merealisasikan 500 ribu atau ½ juta buku untuk anak-anak Indonesia, BBN menggalang acara bertajuk Aksi2BBN. Acara tersebut dikemas dalam tiga paket acara yakni Sekoci Buku, Etape Lokal dan BBN Day. Hal itu diungkapkan Puteri Alfarisa selaku Koordinator Lapangan (Korlap) untuk kota Surabaya dalam mengawali peluncuran Aksi2BBN.

Peluncuran Aksi2BBN yang turut dihadiri Ketua DPW Sekar Jatim,Edward Simanjuntak dan para Senior Leader baik dari Divisi Telkom Timur maupun Witel Jatim Suramadu di ruang lobi kantor DTT jalan Ketintang 156 Surabaya, Rabu (5/2).

Menurut Puteri #Aksi2BBN ini juga serentak dilakukan di 7 kota dengan puncak acaranya nantinya adalah BBN Day tanggal 3 Maret 2014 yang juga bertepatan dengan HUT BBN yang Ke-2.

Keep reading →

Ikuti Basic Survival Training, Pegiat BBN Akrabi Rimba Tropis Ranca Upas

Foto 1Guna mendukung “Gerakan Setengah Juta Buku untuk Anak-Anak Indonesia” Bakti Bagi Negeri (BBN) Sekar Telkom bekerjasama dengan HCC, Telkom CorpU, dan NTOTC Wanadri menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Basic Survival dan Communication Skill” atau BBN Camp 2013. Kegiatan pelatihan dengan konsep outbond ini diikuti oleh para pegiat, relawan, juga pengarah BNN selama 3 hari di Kampung Cai Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada 6- 8 Desember 2013.

BBN Camp 2013 dibuka Ketua 1 DPP Sekar Telkom Dedy Ristanto yang mewakili Ketua Umum DPP Sekar Telkom. Hadir pula mewakili SGM HCC Wawan Setiawan selaku OSM HR Partner 5 Telkom dan seorang perwakilan Learning Event Area III.Wawan Setiawan dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya terhadap program Bakti ini.

Keep reading →