Bakti Bagi Negeri Etape Sukorejo

Bakti Bagi Negeri Etape Sukorejo dilaksanakan pada Sabtu, 15 Juni 2019. Para relawan Bakti Bagi Negeri berasal dari karyawan Telkom Regional IV dan Telkom Witel Semarang yang berkolaborasi untuk melaksanakan etape di dua sekolah secara serentak, yaitu di MI NU 38 Limbangan dan SDN 1 Ngesrepbalong. Pelaksanaan di dua sekolah tersebut dilakukan agar memperbanyak dan memperluas penyaluran buku demi tercapainya cita-cita 500.000 buku tersalur di seluruh Indonesia. Perjalanan dari Kantor Regional IV Telkom menuju ke Sukorejo mencapai 1,5 jam dikarenakan jalan sebelum mencapai kedua lokasi masih berupa jalan berbatu.

Para relawan berkumpul di Kantor Telkom Regional IV lalu dibuka oleh GM Witel Semarang Dode Suparman dan Ketua DPD Sekar Telkom Semarang Vandy Aulia A. Relawan terdiri dari karyawan lintas generasi x,y,z bahkan pensiunan turut serta dalam BBN Etape Sukorejo ini. Total 27 orang relawan yang berpartisipasi dan dibagi ke 2 sekolah, untuk SDN 1 Ngesrepbalong didatangi 13 relawan dan 14 lainnya bergerak ke MI NU 38 Limbangan. Perjalanan dari Kantor Regional IV Telkom menuju ke Sukorejo mencapai 1,5 jam dikarenakan jalan sebelum mencapai kedua lokasi masih berupa jalan berbatu.

SDN 1 Ngesrepbalong terdiri dari total 53 siswa sedangkan MI NU 38 Limbangan terdiri dari 118 siswa. Dengan mempertimbangkan jumlah siswa, jumlah buku yang didistribusikan ke SDN 1 Ngesrepbalong sebanyak 323 buah sementara untuk MI NU 38 Limbangan sebanyak 466 buah. Kedua sekolah berada di kawasan Desa Limbangan dengan populasi penduduk 4.484 jiwa. Jarak kedua sekolah tidak terlalu jauh dengan jarak dari titik pemberangkatan masing-masing 31 km untuk MI dan 32 km dari SD.

Selain buku yang berjumlah 323 buah, SDN 1 Ngesrepbalong juga mendapatkan bantuan playmat dan rak buku dari para donatur yang digunakan di pojok perspustakaan. Diharapkan dengan adanya tambahan rak buku dan playmat dapat meningkatkan kenyamanan dan minat baca siswa. Buku-buku yang disalurkan terdiri dari kategori Ensiklopedia, Agama, Pelajaran, Cerita, dan Ketrampilan.

Selama acara berlangsung dilaksanakan kegiatan membaca buku bersama, menceritakan kembali buku yang telah dibaca, dan dilanjutkan dengan game-game interaktif. Antusiasme dari pihak sekolah dan siswa-siswa begitu terasa selama acara. Hal ini nampak dari semangat para siswa dan juga para guru saat mengikuti serangkaian acara. Tak lupa para siswa menuangkan komitmen untuk rajin membaca yang dipasang di pojok perpustakaan.

Kebersamaan yang terjalin antara para relawan, para siswa, dan para guru yang terjalin selama acara memberikan kesan manis untuk dikenang. Para siswa dan guru tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia atas terlaksananya Bagi Bakti Negeri yang mampu meningkatkan asa dan harapan mereka demi masa depan yang lebih baik. Bagi relawan, melakukan kontribusi terhadap bangsa melalui Bakti Bagi Negeri merupakan suatu kehormatan yang besar. Menyaksikan antusiasme siswa yang menjadi harapan bangsa juga menambah kepuasan para relawan.

Lokasi kedua yang relawan kunjungi selanjutnya adalah MI NU 38 Limbangan, Limbangan, Jawa Tengah. Tepat pukul 08.15 relawan menginjakkan kaki di halaman sekolah. Sebelum turun dari mobil relawan sudah melihat anak-anak yang tadinya sedang duduk di luar kelas langsung bergegas masuk ke kelas dan duduk manis menanti relawan. Saat relawan turun dari mobil relawan langsung disambut dengan hangat oleh Kepala Sekolah dan para guru MI NU 38 Limbangan. Beliau tidak hentinya mengucapkan banyak terimakasih kepada relawan yang sudah datang dan ingin memberikan “hadiah kecil” yang sangat berarti.

Ketika relawan melakukan survey bisa dibilang MI NU 38 Limbangan tidak memiliki “ruang perpustakaan” dikarenakan rak yang berisikan buku digabung dengan ruang kelas. Buku-buku yang ada pun bisa dibilang susunannya tidak tertata dengan rapi  dan pihak sekolah mengaku masih kekurangan akan buku pelajaran. Melihat kondisi itu membuat hati relawan tergerak dan membulatkan tekad untuk membantu melalui donasi buku untuk mencerdaskan anak-anak di pelosok negeri yang merupakan generasi penurus nusa dan bangsa.

Setelah beramah-tamah dengan kepala sekolah dan para guru. Saatnya relawan – Para Relawan masuk ke kelas untuk bertemu dengan anak-anak yang sedaritadi menunggu kedatangan relawan. Ketika masuk ke kelas, anak-anak sudah duduk dengan rapi dan menunjukkan ekspresi senang dan bersemangat. Sebelum acara dimulai relawan diberikan performance dari salah satu anak MI NU 38 Limbangan yaitu Kasidahan. Acara pun dimulai dengan sambutan oleh Ketua DPD Sekar Jawa Tengah – Vandy Aulia Abkhari dan Kepala sekolah MI NU 38 Limbangan disambung dengan pemberian simbolis buku kepada pihak sekolah.

Acara inti pun dimulai. Relawan meminta anak-anak untuk memilih satu buku cerita yang paling mereka minati. Setelah itu, relawan membagi anak-anak tersebut ke dalam kelompok kecil yang di damping oleh relawan. Tugas mereka adalah membaca dan memahami cerita dari buku yang telah mereka pilih. Kegiatan ini relawan lakukan dengan tujuan “membangkitkan” kembali semangat membaca kepada anak-anak. Seketika kelas yang tadinya gaduh berubah menjadi kelas yang hening. Anak-anak sangat focus membaca buku cerita sesekali mereka tersenyum manis saat membaca buku.

Setelah selesai membaca buku, mereka diminta untuk maju satu persatu menceritakan kembali apa yang telah mereka baca. Anak-anak pun sangat antusias untuk maju dan mendengarkan temannya bercerita.

Setelah kurang lebih 2 jam berada di dalam kelas, saatnya sesi permainan di luar kelas. Semua anak-anak relawan minta untuk keluar kelas. Namun sayangnya karena mereka tidak memiliki halaman sekolah, maka relawan mengumpulkan mereka jalan depan sekolah. Ketika di luar kelas, relawan meminta tiap kelompok untuk membuat satu yel-yel. Anak-anak pun dengan antusias berdiskusi untuk menentukan yel-yel yang akan mereka tampilkan. Canda tawa pun terdengar membuat hati terasa senang.

Tibalah pada kegiatan akhir yaitu komitmen membaca. Adik-adik diajak untuk berikrar dan membubuhkan cap telapak tangan di kain komitmen membaca. Hal ini dilakukan agar dapat menumbuhkan semangat membaca untuk anak-anak Indonesia. Adapun isi komitmen tersebut adalah “Relawan Anak Indonesia berjanji untuk Rajin membaca buku dan berani untuk menggapai cita-cita demi membangun Negara indonesia yang lebih baik”. Dengan lantang adik-adik disini berikrar segenap jiwa.

Tibalah pada kegiatan akhir yaitu komitmen membaca. Adik-adik diajak untuk berikrar dan membubuhkan cap telapak tangan di kain komitmen membaca. Hal ini dilakukan agar dapat menumbuhkan semangat membaca untuk anak-anak Indonesia. Adapun isi komitmen tersebut adalah “Relawan Anak Indonesia berjanji untuk Rajin membaca buku dan berani untuk menggapai cita-cita demi membangun Negara indonesia yang lebih baik”. Dengan lantang adik-adik disini berikrar segenap jiwa.

Berakhirnya acara Bakti Bagi Negeri bukan berarti berakhir pula euforia untuk membaca siswa-siswi. Dua hari setelah pelaksanaan etape, buku-buku yang telah diserahkan kepada pihak sekolah telah tersusun rapi. Hal ini menandakan pihak sekolah juga sangat antusias terhadap kegiatan BBN Sekar Telkom. Tidak hanya itu, sudah terbukti bahwa siswa-siswi menjadi lebih rajin membaca buku. Besar harapan relawan agar siswa-siswi dapat senantiasa rajin membaca hingga dapat menjadi bekal membangun bangsa.

Leave a Reply