BBN Camp, Deputy SGM TCUC: Social Need Orientation Adalah Esensi Kehidupan

BaktiBagiNegeri

Pada hari Kamis (10/11), Deputy SGM Bambang Budiono, SM WINS Academy Fadchi Nizar dan Manajer LDE Sudarmadji mendatangi kegiatan yang diadakan oleh SEKAR TELKOM (Serikat Karyawan Telkom) yang bertempat di Ged.Indihall di Kampus TCUC. SEKAR Telkom memiliki aktifis yang berorientasi pada kegiatan­ kegiatan sosial yang lebih dikenal dengan nama Bakti Bagi Negeri (BBN).

Dalam arahannya Deputy SGM TCUC Bambang Budiono (Bambu) menyampaikan bahwa “Biasanya, orang yang sudah berada di level Senior Leader, tidak punya waktu untuk melakukan hal­-hal yang berbau sosial. Maka dari itu, saya terapkan ilmu sosialnya yang dimiliki oleh SEKAR, dan dimasukan ke kurikulum SUSPIM Leadership Program. Nama mata kuliahnya itu adalah social need orientation, esensi dari social need orientation adalah bahwa merupakan suatu kebutuhan mendasar seorang manusia untuk berbuat bagi masyarakat banyak,” papar Bambu.

2016-11-15_18-51-22Bambu merupakan orang yang mempunyai andil besar dalam organisasi ini, kalau dihitung, mungkin lamanya kurang lebih seumur dengan SEKAR ketika di bentuk. Hingga saat ini Bambu masih menjadi pembimbing SEKAR.

Pesan Bambu dalam arahannya kepada para peserta yang mengikuti camp ini adalah “Pahami benar bahwa artinya anda hidup itu adalah kebutuhan anda untuk berbuat bagi orang banyak, apalah artinya hidup apabila kita tidak bisa berbuat banyak untuk orang lain. Maka manfaatkan betul kegiatan ini, yakinlah bahwa kegiatan ini positif, selamat ber­camp ria, semoga kegiatan camp ini memberikan manfaat untuk kita semua.” Pesan Bambu dengan penuh arti.

2016-11-15_18-53-28

Kemudian dalam kesempatan kali ini perwakilan dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, Dimas Sandia, akan memberikan materi mengenai manajemen kerelawanan. Karena Indonesia Mengajar banyak sekali mengelola relawan dan ingin berbagi ilmu dengan baktibaginegeri.org.

Dilanjut dengan sharing mengenai bagaimana caranya mengelola relawan dengan baik. “Pendekatan selama ini yang banyak terjadi adalah umumnya bersifat project dan menyerang aktor secara parsial,” ujar Dimas sebagai kalimat penutupnya.

Leave a Reply