Ikuti Basic Survival Training, Pegiat BBN Akrabi Rimba Tropis Ranca Upas

Foto 1Guna mendukung “Gerakan Setengah Juta Buku untuk Anak-Anak Indonesia” Bakti Bagi Negeri (BBN) Sekar Telkom bekerjasama dengan HCC, Telkom CorpU, dan NTOTC Wanadri menyelenggarakan kegiatan pelatihan “Basic Survival dan Communication Skill” atau BBN Camp 2013. Kegiatan pelatihan dengan konsep outbond ini diikuti oleh para pegiat, relawan, juga pengarah BNN selama 3 hari di Kampung Cai Ranca Upas, Ciwidey, Kabupaten Bandung pada 6- 8 Desember 2013.

BBN Camp 2013 dibuka Ketua 1 DPP Sekar Telkom Dedy Ristanto yang mewakili Ketua Umum DPP Sekar Telkom. Hadir pula mewakili SGM HCC Wawan Setiawan selaku OSM HR Partner 5 Telkom dan seorang perwakilan Learning Event Area III.Wawan Setiawan dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya terhadap program Bakti ini.

“Saya merinding melihat tayangan video kiprah BBN dalam mengantar buku ke pelosok Indonesia. Saya belum menemukan aktivitas seperti ini sebelumnya. Padahal apa yang dilakukan oleh Para Relawan BBN adalah hal sangat sederhana namun bisa jadi selama ini belum terpikirkan. Ini adalah keberanian untuk berbuat dan mengeksekusi,” ungkapnya.

Sementara itu Dedy Ristanto menyampaikan harapannya agar langkah kecil ini bermanfaat bagi kemajuan generasi muda Indonesia. Menurutnya, Sekar Telkom merupakan ibu kandung dari lahirnya inisiasi gerakan nasional BNN. Ia tentunya sangat bangga atas apa yang telah dilakukan sejauh ini.

“Jika ada dua pilihan jalan, yang satunya mulus dan turunan, sementara jalan yang satunya lagi tanjakan tajam yang berbatu, berlubang di sana sini, di sisi kiri adalah jurang yang terjal, sisi kanannya tebing batu yang curam, maka BBN dan pegiatnya lebih memilih jalan yang terakhir, walau tidak satupun orang yang akan bilang bahwa ini tidak akan mudah,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Dedy Ristanto berkenan membuka secara resmi kegiatan BBN Camp 2013.

Meski sedikit terlambat karena menghadiri acara lain di Serang Banten, Ketua Umum DPP Sekar Telkom Syahrul Akhyar didampingi Kabid Kesibo DPP Sekar Telkom Imron akhirnya bergabung dan memberikan arahan dan suntikan motivasi untuk membakar semangat kepada para peserta BBN Camp 2013 yang berasal dari seluruh Indonesia.

Keluar dari Zona Nyaman, Ciptakan Kenyamanan Lain yang Berbeda

IMG-20131208-WA0057Kenyamanan tidak disediakan. Ungkapan itu menjadi spirit 43 orang peserta BBN Camp 2013. dan diungkapkan oleh Sony Takari salah seorang pelatih dari Wanadri pada saat tecnical meeting dan pembekalan pengetahuan survival serta pembagian perlengkapan. Spirit tersebut terbukti ampuh memotivasi peserta untuk menghadapi tiga hari bergelut dengan alam liar hutan-hutan di pegunungan Ciwidey dengan perbekalan yang sederhana.

Hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai navigasi. Dipandu oleh pendamping, peserta belajar menentukan lokasi melalui peta topografi, kompas bidik dan kompas pinggang. Pengetahuan tersebut juga langsung dipraktikkan saat peserta memasuki kawasan hutan menuju area perkemahan secara berkelompok. Walaupun beberapa kelompok sempat salah jalan namun pada sore harinya seluruh kelompok berhasil sampai di area perkemahan untuk melanjutkan materi pembuatan bivak.

Materi pembuatan bivak tidak disampaikan secara panjang lebar, karena peserta langsung didaulat untuk praktik pendirian bivak beralaskan daun pisang yang akan menjadi tempat beristirahat di malam harinya. Walaupun gerimis mulai turun, peserta tidak surut untuk berjuang mendirikan bivak demi menciptakan sebuah kenyamanan. 5 buah bivak dari fly sheet yang disediakan pun terlihat sudah menemukan bentuknya sesaat sebelum hujan turun lebih deras.

Malam harinya, selesai makan malam, peserta berkumpul di tenda besar yang diperuntukkan sebagai ruang kelas guna mengikuti materi communication skill. Materi tersebut disampaikan salah satu Pengarah BBN yang juga Kabid HAL DPP Sekar Telkom Abdul Karim. Peserta juga berkesempatan mendengarkan sesi motivasi yang dibawakan Lintong Simaremare coach dari Inspira Motiva sekaligus pengarang buku Bread for Friends.

Berjibaku dengan Bivak Alami dan Olahan dari Kebun Botani

IMG-20131211-WA0008Hari kedua telah menunggu dengan materi menarik lainnya. Usai sarapan dan membongkar bivak, para peserta melanjutkan perjalanan ke bagian lain hutan dan mengikuti kelas botani. Kelas botani yang dipimpin oleh Syaifudin dari Wanadri antara lain berisi materi tentang tumbuhan yang boleh dikonsumsi dan yang tidak. Disampaikan pula cara membuat jerat dan jebakan untuk mendapatkan sumber makanan hewani. Tak hanya sampai disitu, untuk makan siang, peserta diminta membuat olahan makanan survival yang menyertakan tumbuh-tumbuhan hasil ‘belanja’ di alam liar.

Tantangan lainnya di hari kedua adalah kewajiban membuat bivak murni dari bahan yang tersedia di alam, yaitu batang, daun dan sulur tumbuh-tumbuhan. Masing-masing kelompok harus mendirikan bivaknya sendiri sebelum malam menjelang. Tantangan tersebut semakin sulit karena hujan deras yang mengguyur sejak awal sesi pembuatan bivak dimulai. Satu bivak tambahan khusus peserta wanita pun harus didirikan tersendiri oleh peserta wanita yang mengikuti kegiatan tersebut.

Dengan semangat pantang putus asa, akhirnya 6 bivak berdiri kokoh tak jauh dari lokasi bivak pertama. Bivak tersebut nantinya menjadi tempat peristirahatan peserta pada malam kedua kegiatan di hutan. Selanjutnya, peserta kembali berkumpul di kelas untuk mengikuti malam keakraban dan integritas. Setiap kelompok diminta menampilkan lagu-lagu pilihan yang dinyanyikan secara bersama-sama. Sesi ini bertujuan untuk menumbuhkan keakraban, kekompakan dan komitmen bersama sesama Penggiat BBN agar terus melanjutkan semangat berbakti bagi negeri.

Pendamping dari Wanadri yang akrab dipanggil Kang Oz juga tak mau kalah menyumbangkan sebuah lagu dari Iwan Fals. Malam yang penuh kehangatan dan kekeluargaan itu ditutup dengan dinyanyikannya theme song of BBN “ Tanyakan Samudera Hatimu” secara bersama-sama.

Penutupan BBN Camp 2013 dilakukan pada tanggal 8 Desember 2013 pagi. Seluruh peserta berbaris berdasarkan kelompoknya dan bersama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri. Sebagai tanda ditutupnya kegiatan, Yudi Sudjudiman dari Wanadri menyematkan brevet dan slayer Wanadri sebagai tanda kelulusan peserta.

Bakti Bagi Negeri, Tak Ada Kata Tuk Berhenti

IMG-20131211-WA0007Tercatat lebih dari 65.000 buku bacaan anak-anak yang sudah diantarkan oleh para Relawan BBN. Masih jauh perjalanan untuk mencapai target setengah juta buku di tahun 2017 nanti. BBN Camp 2013 diharapkan mampu memperkuat barisan Penggiat BBN dalam merampungkan misinya.

BBN telah bekerjasama dengan Indonesia Mengajar, Books for Asia dan didukung juga oleh CSR Telkom Peduli pada kurun waktu Tahun 2012 sd 2013 dalam 15 etape BBN. Etape BBN adalah istilah untuk menyebutkan suatu proses distribusi buku hingga ke lokasi tujuan. Di tahun 2014, menunggu target-target etape selanjutnya dengan mitra-mitra yang lain untuk dieksekusi.

BBN pun masih menantikan semangat dari para Penggiat sekaligus relawannya dalam mensukseskan etape-etape tersebut dan bergabung dalam gerakan “Setengah Juta Buku untuk Anak Indonesia”. Donasi dari para donatur internal dan eksternal Telkom juga masih sangat diharapkan.

Seperti apa yang diungkapkan Ketua Relawan BBN, Eyen Ekayatri : “berjanji, berkomitmen dan bertanggung jawab itu adalah perbuatan. Bukan kata-kata. Karena BBN, demi Indonesiaku, untuk Indonesiaku”. Untuk mengetahui lebih lanjut semangat para pegiat BBN dapat dilihat di sini sementara theme song BNN di sini. Mari segera bergabung dengan gerakan “Setengah Juta Buku untuk Anak Indonesia”.***hanalaila_red09

Leave a Reply