Kilatan Bola Mata Optimis Anak-anak Negeri Kutemui Di Lebak Banten

Siang yang terik itu akhirnya membawa kami ke suatu desa terpencil yang ada di Republik ini, tepatnya di Desa Mayak, Kecamatan Curug Bitung, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Setelah memarkir rombongan mobil di sebuah pekarangan penduduk, Tim BBN Sekar Telkom yang terdiri dari Sekjend DPP Sekar Telkom, Asep Mulyana, Steering Commitee BBN Sekar Telkom, Bunda Titoet, Mas Sihmunadi, Mbak Atik Masyani, serta Relawan BBN Sekar Telkom, Dewi Juwita, Willy Arief Yudhistira, Hani Buntari, dan Hadary Mallafi, akhirnya berjalan kaki menuju SDN 2 Mayak dengan melewati jembatan gantung.  Jembatan gantung ini merupakan penyeberangan satu-satunya yang menjadi jalan akses penghubung antara warga di lingkungan SDN 2 Mayak dengan daerah di luar lokasi tersebut. Dapat dibayangkan, jika tanpa jembatan itu, akses keluar masuk akan ditempuh melalui jalan melingkar yang cukup jauh.

Terkejut, sewaktu kami tiba di halaman depan SDN 2 Mayak, Curug Bitung. Bagaimana tidak, murid-murid SD dengan berpakaian seragam kotak-kotak warna merah itu berjejer begitu rapinya di sisi kanan kiri jalan sambil mengibarkan bendera merah putih kecil yang diiringi dengan gemerincing nyaring suara angklung yang dimainkan oleh anak-anak yang berpakaian silat serba hitam. Anak-anak Mayak ini sangat antusias menyambut kedatangan kami, Tim BBN Sekar Telkom. Namun prosesi tidak hanya sampai disitu, begitu sampai di pekarangan sekolah, kami disambut dengan sangat hangat dan penuh keakraban oleh Kepala Sekolah, Para Guru termasuk UPT Sekolah di Curug Bitung. Sementara suara tetabuhan rampak kendang pencak, seperangkat alat musik yang digunakan mengiringi pertunjukan pencak silat, berbunyi bersahut-sahutan, anak-anak yang berpakaian hitam-hitam pun serentak berjalan berkeliling lapangan sambil memperagakan gerakan jurus-jurus pencak silat yang membuat mereka tampak gagah dan kuat. Pertunjukan olah raga tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Banten ini ditutup dengan membuat formasi barisan di tengah-tengah lapangan dengan jurus penutup yang amat mengesankan.

Sungguh sambutan yang meriah dan penuh keriangan dari pihak sekolah dan murid-murid ini, benar-benar membayar rasa capek rombongan BBN Sekar Telkom yang telah menempuh perjalanan selama hampir 5 jam melalui jalanan yang sangat tidak bersahabat, bergelombang bahkan berlubang hampir separuhnya dari kota Metropolitan, Jakarta. Seharusnya hari ini adalah tanggal merah karena bertepatan dengan Peringatan Kenaikan Isa Almasih, tetapi anak-anak dan guru-guru SDN 2 Mayak justru rela menyedekahkan waktu liburnya hanya untuk menyambut kedatangan kami. Silaturahmi ini dalam rangka menunaikan amanah luar biasa dari segenap penjuru anggota Sekar Telkom se-Indonesia melalui wujud program Bakti Bagi Negeri, yakni program Sekar Telkom untuk ikut berkontribusi dengan membantu penyediaan buku-buku bacaan di SDN-SDN yang berada di pelosok negeri maupun wilayah terpencil.

Rute perjalanan yang kami lewati untuk menjangkau lokasi menggambarkan keadaan yang serba minim. Meskipun tidak jauh dari Ibukota Negara Indoesia, namun Desa Mayak cukup sulit dijangkau. Itu bukan dikarenakan jarak yang jauh, melainkan kondisi jalan dan jembatan yang tidak mulus dan tidak terawat. Bahkan untuk menyelesaikan perjalanan sampai ke titik akhir, harus dituntaskan dengan berjalan kaki. Untunglah dihari itu, kami diguide khusus oleh salah seorang Pengajar Muda (PM) dari Indonesia Mengajar, Eko Budi Wibowo, sehingga rombongan kami tidak butuh waktu dan effort yang lama untuk benar-benar sampai ke lokasi yang dituju. Para PM-lah yang menjadi penghubung BBN Sekar Telkom untuk memberikan bantuan buku kali ini. Mas Eko, begitu ia biasa disapa adalah seorang anak muda lulusan Universitas Indonesia yang memiliki sederetan prestasi. Ia pernah mendapatkan kehormatan dari pihak akedemisi sebagai Pemakalah Terbaik Pra Sarasehan Jaringan Kekerabatan Antropologi.  “Saya ke daerah Lebak ini bukan sebuah tugas, tetapi sebuah kehormatan” begitu katanya dengan lugas dan mantap, karena ia yakin apresiasi dalam bentuk tugas ini sangat banyak memberikan pelajaran terbaik bagi hidupnya kini dan kelak. Bahkan di saat Mas Eko, mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan kesan dan pesannya terkait kegiatan yang digagas oleh Sekar Telkom ini, ia lebih banyak memberi motivasi kepada para siswa untuk bercita-cita tinggi dan membaca buku-buku yang telah diberikan tersebut agar nantinya menjadi salah satu jalan yang dapat memuluskan niat dan cita-cita mereka nanti.

Dalam prosesi penyerahan bantuan buku, Kepala SDN 2 Mayak, Pak Godzali beserta UPT Pendidikan Curug Bitung, Pak Enang, secara senada menyatakan kesetujuannya bahwa program Bakti Bagi Negeri dan Indonesia Mengajar ini adalah program dengan gagasan nyata untuk membawa kemajuan bagi masyarakat di daerah pelosok negeri ini. Mereka berharap, kedatangan Tim BBN Sekar Telkom kali ini bukan menjadi yang terakhir, namun mereka tetap berharap buku-buku baru untuk bacaan anak-anak ini terus didorong dan diupayakan oleh Sekar Telkom. Bahkan Pak Enang juga merekomendasikan kepada Pemerintah Kecamatan untuk dapat mengirim surat perpanjangan masa tugas bagi para Pengajar Muda kepada Yayasan Indonesia Mengajar, agar dapat lebih lama membantu menyelesaikan program kerja yang telah dirintis oleh mereka baik dari sisi pendidikan maupun kepeloporan dari sisi kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pada kesempatan yang sama, Sekjend Sekar Telkom, Asep Mulyana, juga memberi sambutan dan menyatakan bahwa TELKOM, selaku satu-satunya Badan Usaha Milik Negara dibidang usaha telekomunikasi yang masih dimiliki oleh bangsa Indonesia, telah mempunyai program kepedulian lingkungan dan masyarakat yang dananya bersumber dari penyisihan sebagian keuntungan usaha. Wujud kegiatan Corporate Social Responsibility tersebut dikukuhkan TELKOM dalam bentuk Telkom Peduli dengan berbagai jenis kegiatan-kegiatan sosial. Bertalian dengan ini, Serikat Karyawan TELKOM (Sekar Telkom) juga menggagas program serupa namun tak persis sama, yakni dengan mengoptimalkan kontribusi dan partisipasi dana sekaligus tenaga dari seluruh Karyawan TELKOM yang dinamakan Bakti Bagi Negeri (BBN). Kegiatan BBN ini diwujudkan dalam Gerakan ½ Juta Buku untuk Anak-anak Indonesia yang salah satunya memberikan bantuan berupa buku-buku pelajaran dan pendidikan anak-anak ke SDN-SDN yang menjadi target program Indonesia Mengajar. Lebih lanjut Asep Mulyana mengatakan bahwa Program BBN di Lebak ini merupakan kegiatan yang kedua. Sebelumnya, BBN telah menyerahkan bantuan sejenis untuk SDN di Kabupaten Paser Kalimantan Timur pada 23 April 2012 yang lalu. Mudah-mudahan atas izin Tuhan Yang Maha Esa, lokasi-lokasi terpencil lainnya akan kami cover, antara lain Sangihe di Sulawesi, Pulau Bawean di Gresik, Bengkalis di Sumatera, Fak-fak di Papua dan masih banyak lagi.

Puas rasanya wisata mata, pikiran dan hati kami, Tim BBN Sekar Telkom yang mengantarkan 1800 buah buku-buku baru bertepatan dengan Hari Buku Nasional di hari itu. Tak terbayangkan kilatan bola-bola mata anak-anak negeri yang menatap optimis masa depan mereka melalui pantulan cahaya tumpukan buku-buku baru berplastik. Semoga anak-anak di SDN 2 Mayak Curug Bitung, SDN 2 Pasir Haur Cipanas, SDN 1 Sangiang Jaya Cimarga, SDN 1 Lebak Situ Lebak Gedong, SDN 1 Mekarwangi Muncang dan SDN 1 Margaluyu Sajira yang tersebar di Kabupaten Lebak, Banten betul-betul memaknai upaya tulus kami, Tim Relawan BBN Sekar Telkom. Hingga saat ini, baru 3.297 buku yang telah kami sumbangsihkan untuk anak negeri sementara jalan BBN masih panjang, namun Sekar Telkom terus optimis karena setiap hari jumlah donatur terus mengalir. Saat ini, posisi 22 Mei 2012 sudah tercatat 1827 donatur dengan jumlah dana sebesar Rp193.770.819,- . Bakti Sekar Telkom Bagi Negeri, Tak Ada Kata Untuk Berhenti !

(Sihmunadi, diedit oleh Abdul Karim & Eyen Ekayatri)

Leave a Reply